{"id":136,"date":"2022-04-22T07:40:52","date_gmt":"2022-04-22T07:40:52","guid":{"rendered":"http:\/\/andrologi.klinikapollojakarta.com\/?p=136"},"modified":"2022-04-22T07:40:54","modified_gmt":"2022-04-22T07:40:54","slug":"waspadai-gejala-kutil-di-kelamin-pria","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/andrologi.klinikapollojakarta.com\/index.php\/2022\/04\/22\/waspadai-gejala-kutil-di-kelamin-pria\/","title":{"rendered":"Waspadai Gejala Kutil Di Kelamin Pria"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"640\" src=\"http:\/\/andrologi.klinikapollojakarta.com\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/kutil-di-kelamin-pria-1024x640.png\" alt=\"Kutil Di Kelamin Pria\" class=\"wp-image-137\" srcset=\"http:\/\/andrologi.klinikapollojakarta.com\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/kutil-di-kelamin-pria-1024x640.png 1024w, http:\/\/andrologi.klinikapollojakarta.com\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/kutil-di-kelamin-pria-300x188.png 300w, http:\/\/andrologi.klinikapollojakarta.com\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/kutil-di-kelamin-pria-768x480.png 768w, http:\/\/andrologi.klinikapollojakarta.com\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/kutil-di-kelamin-pria-1536x960.png 1536w, http:\/\/andrologi.klinikapollojakarta.com\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/kutil-di-kelamin-pria-624x390.png 624w, http:\/\/andrologi.klinikapollojakarta.com\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/kutil-di-kelamin-pria.png 2000w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption>source : <a href=\"https:\/\/klinikapollojakarta.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">klinikapollojakarta.com<\/a><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Bagaimana Kutil Di Kelamin Pria Muncul?<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Klinik Apollo &#8211; Kutil di kelamin adalah benjolan kecil atau pertumbuhan yang tidak biasa yang muncul di sekitar alat kelamin. Kontak dekat alat kelamin selama aktifitas seksual dapat menularkan <em>human papilloma virus<\/em> (<em>HPV<\/em>) yang menyebabkan kutil di kelamin. <\/p>\n\n\n\n<p>Kutil di kelamin adalah hasil dari <em>HPV<\/em> yang merupakan infeksi menular seksual (IMS). <em>HPV<\/em> adalah IMS yang paling umum. Setelah seseorang tertular infeksi, maka dapat menularkannya kepada orang lain melalui kontak seksual. Namun, tidak semua orang dengan <em>HPV<\/em> akan memiliki kutil di kelamin dan kemungkinan tidak mengalami gejala.<\/p>\n\n\n\n<p>Meskipun saat ini tidak ada obatnya, ada berbagai cara untuk menghilangkan kutil di kelamin. Sebagian besar metode biasanya mengharuskan seseorang untuk menemui dokter. Kutil di kelamin adalah pertumbuhan kecil atau benjolan pada alat kelamin. Kutil di kelamin dapat muncul sebagai kutil tunggal atau sekelompok kutil. <\/p>\n\n\n\n<p>Pada pria, kutil dapat muncul di penis, skrotum, selangkangan dan paha. Setelah seks oral atau seks anal, kutil juga bisa muncul di tenggorokan atau di anus. Ada banyak jenis <em>HPV<\/em>, tetapi hanya sedikit yang dapat menyebabkan kutil di kelamin. Kutil di kelamin biasanya tidak menimbulkan rasa sakit dan tidak menyebabkan masalah kesehatan jangka panjang.<\/p>\n\n\n\n<p>Baca juga : <a href=\"http:\/\/andrologi.klinikapollojakarta.com\/index.php\/2022\/04\/19\/obat-impotensi-pria-menurut-klinik-apollo\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Obat Impotensi Pria Menurut Klinik Apollo<\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Penyebab Umum Kutil Di Kelamin<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p><em>HPV<\/em> adalah virus umum yang dapat menular dari 1 orang ke orang lain melalui seks anal, seks vaginal dan seks oral tanpa kondom. Virus ini juga dapat menular ke orang lain melalui aktifitas seksual dengan kontak kulit ke kulit yang dekat pada alat kelamin atau melalui berbagi mainan seks (seks toys). <\/p>\n\n\n\n<p><em>HPV<\/em> dapat menular dari seseorang dengan virus ke pasangan seksual, bahkan jika tidak memiliki gejala yang terlihat. Beberapa jenis <em>HPV<\/em> dapat menyebabkan perubahan pada tubuh yang dapat menyebabkan kanker. Jenis <em>HPV<\/em> yang menyebabkan kutil di kelamin tidak menyebabkan kanker.<\/p>\n\n\n\n<p>Bukti menunjukkan bahwa hampir semua orang yang aktif secara seksual yang tidak melakukan pengobatan <em>HPV<\/em> kemungkinan akan terinfeksi infeksi <em>HPV<\/em> pada suatu saat dalam hidupnya. Namun, seseorang tidak bisa terinfeksi kutil di kelamin dari berciuman, berbagi alat makan atau kolam renang.<\/p>\n\n\n\n<p>Jenis <em>HPV<\/em> yang menyebabkan kutil di kelamin tidak menyebabkan kanker atau komplikasi kesehatan yang serius. Namun, jenis <em>HPV<\/em> lain dapat menyebabkan kanker jika tidak segera diobati. Ada perbedaan tingkat kanker terkait <em>HPV<\/em> di berbagai ras dan etnis, seperti:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Kanker dubur lebih tinggi pada pria kulit hitam dibandingkan dengan pria kulit putih.<\/li><li>Kanker tenggorokan lebih rendah pada pria kulit hitam dan <em>Hispanik<\/em> dibandingkan pria kulit putih dan non <em>Hispanik<\/em>.<\/li><li>Kanker penis lebih tinggi pada pria <em>Hispanik<\/em> dibandingkan dengan pria non <em>Hispanik<\/em>.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Kenali Gejala Kutil Di Kelamin Pria<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Gejala dapat muncul lama setelah seseorang menemukan <em>HPV<\/em> yang menyebabkan kutil di kelamin. Kemungkinan mengalami gejala selama berminggu-minggu, berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun kemudian.Gejala kutil di kelamin pria kemungkinan termasuk:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Pertumbuhan menonjol, datar, halus atau kasar di sekitar alat kelamin.<\/li><li>Benjolan yang dapat muncul dengan warna yang sama dengan kulit di sekitarnya atau sedikit lebih gelap dan berwarna abu-abu.<\/li><li>Benjolan yang tersebar atau bergerombol dengan tekstur seperti kembang kol.<\/li><li>Kutil yang bisa muncul di penis, di anus, di skrotum, di selangkangan atau di paha atas.<\/li><li>kutil yang dapat muncul di mulut atau di tenggorokan setelah tertular virus melalui seks oral.<\/li><li>Kutil yang terkadang terasa nyeri, gatal, terbakar atau berdarah.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Jenis <em>HPV<\/em> tertentu dapat menyebabkan kutil di kelamin. Biasanya benjolan tidak berbahaya ini muncul di sekitar alat kelamin. Setiap orang dapat mengkonsultasikannya dengan dokter untuk pengobatan kutil di kelamin yang kemungkinan termasuk pengobatan topikal atau prosedur medis untuk menghilangkan kutil. <\/p>\n\n\n\n<p>Kutil di kelamin kemungkinan lebih umum di antara pria dewasa kulit hitam muda. Setiap orang dapat mengurangi risiko kutil di kelamin dengan menggunakan kondom selama aktifitas seksual, membatasi pasangan seksual dan mendapatkan pengobatan <em>HPV<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Lalu Bagaimana Kutil Di Kelamin Didiagnosa?<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Saat ini tidak ada tes <em>HPV<\/em> untuk pria. Namun dengan peningkatan risiko kanker dubur, seperti pria yang menerima seks anal atau hidup dengan <em>HIV<\/em>, dokter kemungkinan dapat menyarankan tes <em>Pap smear<\/em> dubur. Jika seseorang memiliki gejala atau kekhawatiran yang berkaitan dengan kanker, maka harus menemui dokter. <\/p>\n\n\n\n<p>Jika mengira memiliki kutil di kelamin, maka dapat mengkonsultasikannya dengan dokter untuk diagnosis. Dokter dapat menilai gejala dan memeriksa kutil. Dalam beberapa kasus, dokter kemungkinan mengambil sampel kulit kutil untuk tes di laboratorium untuk memeriksa kutil di kelamin daripada pertumbuhan lainnya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Pengobatan Kutil Di Kelamin Pria<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Beberapa kutil di kelamin dapat hilang tanpa pengobatan, tetapi kemungkinan akan muncul kembali (kekambuhan). Seseorang tidak boleh menggunakan pengobatan kutil yang dijual bebas, karena kemungkinan untuk jenis kutil lainnya. <\/p>\n\n\n\n<p>Orang-orang dapat mengkonsultasikannya dengan dokter untuk pengobatan kutil di kelamin. Pengobatan dapat bervariasi tergantung pada jumlah kutil dan lokasi kutil serta kesehatan seseorang tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Pengobatan dapat membantu meringankan rasa sakit, gatal dan iritasi. Ini juga dapat menurunkan risiko penularan <em>HPV<\/em> ke orang lain. <\/p>\n\n\n\n<p>Dokter kemungkinan akan meresepkan pengobatan topikal untuk dioleskan pada kutil yang dapat menghentikan pertumbuhannya dan membantu sistem kekebalan tubuh melawan virus. Dalam kasus lain, dokter dapat menghilangkan kutil dengan salah 1 prosedur berikut:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li><em>Cryosurgery<\/em>, ini membekukan kutil menggunakan nitrogen cair.<\/li><li>Eksisi, untuk memotong kutil.<\/li><li>Elektrokauter, metode ini menggunakan arus listrik untuk menghilangkan kutil.<\/li><li>Pengobatan laser, metode ini menggunakan sinar laser yang intens untuk menghilangkan kutil.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Jika pengobatan lain gagal, dokter kemungkinan akan mempertimbangkan untuk menyuntikkan pengobatan antivirus ke dalam kutil. Setiap orang dapat mendiskusikan kemungkinan efek samping pengobatan dengan dokter. <\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya, <em>cryotherapy<\/em> dapat menyebabkan peningkatan risiko hiperpigmentasi pada kulit hitam. Pengobatan dapat menghilangkan kutil di kelamin, tetapi virus kemungkinan tetap berada di dalam tubuh. Ini berarti kutil di kelamin dapat muncul kembali (kambuh) setelah pengobatan. Pada beberapa orang, sistem kekebalan tubuh dapat menyingkirkan virus dari waktu ke waktu. Untuk membantu mencegah kutil di kelamin, maka dapat:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Menggunakan kondom dan pengaman gigi setiap kali melakukan seks anal, seks vaginal atau seks oral, meskipun virus masih dapat menular melalui kontak kulit ke kulit.<\/li><li>Menggunakan kondom untuk menutupi mainan seks (seks toys) bersama dan cuci setelah digunakan.<\/li><li>Batasi jumlah pasangan seksual.<\/li><li>Hindari aktifitas seksual saat kutil di kelamin muncul, meskipun virus masih dapat menular tanpa gejala yang terlihat.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Seseorang bisa melakukan pengobatan untuk melindungi dari infeksi <em>HPV<\/em>. Dokter merekomendasikan pengobatan untuk semua orang ketika berusia 11 tahun hingga usia 12 tahun. Selain itu juga dapat melakukan pengobatan dari usia 9 tahun. Jika tidak melakukan pengobatan pada usia ini, maka dapat melakukan pengobatan hingga usia 26 tahun untuk pria. <\/p>\n\n\n\n<p>Pada orang dewasa, kemungkinan masih dapat melakukan pengobatan. Konsultasikan dengan dokter mengenai manfaat potensial melakukan pengobatan <em>HPV<\/em> setelah usia 26 tahun. Memiliki pasangan seksual yang baru pada usia berapa pun merupakan faktor risiko untuk terinfeksi infeksi <em>HPV<\/em> baru. Seseorang yang sudah berada dalam hubungan monogami jangka panjang tidak mungkin terinfeksi infeksi <em>HPV<\/em> baru.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Segera konsultasikan di Klinik Apollo<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Melakukan pemeriksaan di Klinik Apollo akan ditangani secara langsung oleh dokter ahli dan staff medis yang handal dibidangnya. Selain itu biaya pengobatan yang sangat terjangkau. Lokasi klinik yang sangat strategis yang berada di Jakarta, Indonesia. <\/p>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/klinikapollojakarta.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Klinik Apollo<\/a> sangat mengutamakan kepuasan dan kesembuhan setiap pasiennya dengan memprioritaskan pasiennya dalam setiap pengobatan dan pelayanannya. Untuk informasi lebih lanjut bisa menghubungi kami di nomor <strong><a href=\"https:\/\/mvj.zoosnet.net\/LR\/Chatpre.aspx?id=MVJ44813643&amp;lng=cn&amp;e=seo&amp;r=seo&amp;p=seo\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">0815-1466-6512<\/a><\/strong>. <\/p>\n\n\n\n<p>Dan jika mempunyai pertanyaan lainnya seputar penyakit kelamin, Anda bisa menggunakan layanan konsultasi medis online secara gratis.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Klinik Apollo &#8211; Kutil di kelamin adalah benjolan kecil atau pertumbuhan yang tidak biasa yang muncul di sekitar alat kelamin. Kontak dekat alat kelamin selama aktifitas seksual dapat menularkan human papilloma virus (HPV) yang menyebabkan kutil di kelamin. <\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":137,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_mi_skip_tracking":false,"footnotes":""},"categories":[23],"tags":[14,5,4,6,7,8,9,10,49,15],"class_list":["post-136","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kutil-kelamin","tag-kenali-jenis-penyakit-kelamin-pada-pria","tag-klinik-andrologi","tag-klinik-apollo","tag-klinik-apollo-jakarta","tag-klinik-kelamin","tag-klinik-kelamin-jakarta","tag-klinik-kelamin-pria","tag-klinik-penyakit-kelamin","tag-kutil-kelamin-pada-pria","tag-penyakit-kelamin-pada-pria"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/andrologi.klinikapollojakarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/136","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"http:\/\/andrologi.klinikapollojakarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/andrologi.klinikapollojakarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/andrologi.klinikapollojakarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/andrologi.klinikapollojakarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=136"}],"version-history":[{"count":3,"href":"http:\/\/andrologi.klinikapollojakarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/136\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":140,"href":"http:\/\/andrologi.klinikapollojakarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/136\/revisions\/140"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/andrologi.klinikapollojakarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/137"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/andrologi.klinikapollojakarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=136"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/andrologi.klinikapollojakarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=136"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/andrologi.klinikapollojakarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=136"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}